Bengkel Diri

Pada awalnya, saya menyadari betapa kurangnya ilmu agama yang saya miliki.  Selama ini dari kecil sampai dewasa, saya selalu dituntut untuk menimba ilmu setinggi-tingginya, seluas-luasnya hanya pada sektor pendidikan non-agamis.

Seiring berjalannya waktu, dan mencari metode yang tepat untuk saya yang mengejar ketertinggalan ini.  Beruntungnya salah satu teman saya mem-posting salah satu tugas Bengkel Diri nya ke instagram.  Tergeraklah saya untuk juga mengikuti perkuliahan Bengkel Diri dari melihat postingan-postingan tugasnya yang menurut saya tidak hanya mengulas tentang ilmu agama, tapi juga menghadirkan ilmu-ilmu baru dalam menjalani kehidupan.  Istilahnya mungkin balance antara dunia dan akhirat.

Akhirnya setelah menunggu sekitar 1 bulan, munculah pendaftaran bengkel diri yang qadarullah pelaksanaannya bertepatan dengan bulan suci Ramadhan.  Ketika masuk di Bengkel diri level 1 angkatan 7 kelas Asma binti Yazid, dan sudah mulai menjalani perkuliahan, awalnya saya gugup dan takut tidak bisa mengimbangi teman-teman semua yang pastinya dasar ilmunya lebih mumpuni.  Alhamdulillah ternyata mereka saling support dan justru membuat saya lebih semangat lagi untuk terus belajar. 

Sampai akhirnya naik ke level 2 angkatan 4 Kelas Sawsan.  Jujur karena materi di level 2 ini menurut saya cukup padat dan "susah", saya cukup keteteran.  Beberapa mata kuliah pun terlambat dikerjakan.  Mungkin ini saatnya saya me-review kuliah saya di level 1 tentang management waktu.

Tibalah saatnya bengkel diri mengadakan gathering besar di Jawa Barat yang menghadirkan Kepala Sekolah kita, Ummu Balqis, seluruh fasilitator, dan wali kelas.  Sangat terasa sekali bahwa teman-teman baru seperjuangan menuntut ilmu yang kita temui hanya via online, ternyata terasa dekat seperti selama ini berteman lama.  Entahlah, apakah mungkin karena terasa memiliki 1 tujuan?.  Tidak heran tagline yang diusung saat itu pun "Sisterfillah till Jannah", memang sesuai untuk menggambarkan komunitas bengkel diri ini.  Berkarya dan membawa kebermanfaatan di dunia, menabung amal bekal untuk di akhirat, di persatukan insya Allah di Syurga-Nya, Aamin Ya Rabbal alamin.

Comments

Popular posts from this blog

Fast Fashion